Wild Notebook

Lokasi: Beranda / Olahraga / Tinggi Muka Air Bendung Katulampa Bogor Turun hingga 0 Cm, Dasar Aliran Terlihat Jelas

Tinggi Muka Air Bendung Katulampa Bogor Turun hingga 0 Cm, Dasar Aliran Terlihat Jelas

Sejumlah anak-anak tampak duduk sambil berbincang di atas bebatuan di aliran Sungai Ciliwung.

Sementara itu, aliran Kali Baru yang digunakan untuk irigasi masih dialiri air. Aliran tersebut dimanfaatkan sejumlah anak-anak untuk berenang.

Selain itu, aliran tersebut juga dimanfaatkan oleh sejumlah warga untuk mencuci pakaian, motor, dan membersihkan ikan di pinggir aliran Kali Baru.

Kondisi Bendung Katulampa TMA 0 sentimeter, pada Sabtu (18/7/2026).KOMPAS.com/REGI PRATASYAH VASUDEWA Kondisi Bendung Katulampa TMA 0 sentimeter, pada Sabtu (18/7/2026).Petugas Bendung Katulampa, Muhammad Alwan, mengatakan kondisi debit air di hulu Sungai Ciliwung, khususnya wilayah Puncak, masih rendah.

"Untuk kondisi debit masih bertahan di TMA 0 sentimeter, walaupun semalam (Jumat, 17 Juli 2026) sempat ada hujan yang selewat tapi tidak menambahkan debit air," kata Alwan kepada wartawan di Bendung Katulampa, Sabtu.

Ia menuturkan, aliran irigasi Kali Baru yang mengalir hingga wilayah Jakarta masih dalam kondisi normal.

Bendung Katulampa masih mengalirkan sekitar 200 liter per detik untuk menjaga ekosistem Sungai Ciliwung.

"Kalau untuk irigasi masih normal di 3.460 liter per detik atau 40 sentimeter. Penggelontoran 200 liter untuk ekosistem sungai," jelasnya.

Artikel Terkait

  1. Kronologi ASN BPN Nias Tewas di Apartemen Medan, Polisi Ungkap Penyebab Kaki Korban Putus
  2. 3 Zodiak yang Disebut Paling Beruntung pada 21 Juli 2026, Ada Scorpio
  3. Terekam CCTV Buang Sampah Sembarangan, Pria di Jaksel Didenda Rp 500.000
  4. Richard Lee Pingsan di Lapas, Kuasa Hukum Ungkap Penyebabnya
  5. BTN Cetak Rekor Laba Semester I Rp 2,4 Triliun, Cost of Fund Jadi Kunci
  6. Air PAM Mati, Warga Cengkareng Mulai Waswas Persediaan Kian Menipis
  7. IATA: Penerbangan Ramah Lingkungan Mahal dan Maskapai Tak Sanggup Tanggung Sendiri
  8. Pigai Bantah Pernah Minta Masyarakat Belanja Rp 1 Juta per Bulan di Kopdes

Copyright © Wild Notebook · Wild Notebook · sitemap ·