Wild Notebook

Lokasi: Beranda / Kesehatan / Iran Ancam Serangan Skala Penuh Jika AS Tak Berhenti Menyerang

Iran Ancam Serangan Skala Penuh Jika AS Tak Berhenti Menyerang

Iran mengancam akan melanjutkan "operasi serangan berskala penuh" jika Amerika Serikat terus melancarkan gelombang serangan terhadap negara tersebut.

Ancaman tersebut, seperti dilansir AFP dan Egypt Independent, Sabtu , dilontarkan oleh seorang pejabat tinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran , Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, yang juga penasihat militer senior untuk pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.

"Jika serangan-serangan AS berlanjut selama dua atau tiga hari lagi, kami akan memasuki fase operasi serangan skala penuh," tegas Rezaei dalam wawancara yang dikutip lembaga penyiaran negara IRIB pada Jumat waktu setempat.

"Iran tidak akan lagi membatasi diri pada tindakan pembalasan, respons yang sepadan... Tidak akan ada batas politik yang aman dari kekuatan serangan Iran," ujarnya.

Rezaei menambahkan bahwa AS seharusnya membayar ganti rugi finansial atas tindakan yang oleh para pejabat Iran disebut sebagai serangan terhadap infrastruktur sipil. Washington telah membantah dengan sengaja menargetkan fasilitas sipil Teheran.

Pernyataan itu muncul saat AS melancarkan serangan selama tujuh malam berturut-turut terhadap target-target Iran, yang dibalas oleh Teheran dengan menargetkan negara-negara Teluk yang menampung aset-aset militer Washington.

Rezaei juga memperingatkan bahwa respons militer Iran akan meluas hingga ke luar perbatasannya, jika konflik semakin memanas.

Ancaman terbaru Iran ini senada dengan retorika Presiden AS Donald Trump baru-baru ini, yang menyatakan bahwa gencatan senjata dan nota kesepahaman AS-Iran, yang memang sudah rapuh, telah "berakhir" sebelum dia mengizinkan gelombang serangan baru terhadap Teheran.

Sejak saat itu, Iran telah melancarkan serangkaian serangan pembalasan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS yang ada di wilayah beberapa negara tetangganya di kawasan Teluk, termasuk Qatar, Kuwait, dan Bahrain.

Iran juga menargetkan fasilitas militer AS yang ada di Yordania dan Arab Saudi, yang semakin meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya konflik regional yang lebih luas.

[Gambas:Video 20detik]

Artikel Terkait

  1. Australia Ingin Belajar Praktik Dialog Lintas Agama dari Indonesia
  2. Jaga Inflasi Terkendali, Mendagri Minta Pemda Perkuat Pasokan & Distribusi
  3. Sekolah Sepi vs Sekolah Antre: Pakar Ungkap Alasan Orangtua Pilih Sekolah Bukan Lagi Jarak
  4. Kala Pemerkosaan Gadis di Sampang oleh 27 Pria Jadi Atensi Senayan
  5. KPK Dalami Komunikasi Anggota BPK Bobby dan Angga Terkait Suap Audit Muara Enim
  6. Timnas Putri Indonesia Melaju ke Final Piala AFF Putri 2026 Usai Taklukkan Singapura 2-0
  7. KPK Analisis Ucapan Saksi Kasus Proyek Rel KA soal Rp 100 Juta ke Gus Miftah
  8. Viral Perundungan Siswi SD di Lampung Timur, Diduga Dipicu Saling Ejek

Copyright © Wild Notebook · Wild Notebook · sitemap ·